Jumat, 08 Januari 2010

JANJI FUU RANGGA

Alkisah,berkumpul sepuluh orang pemuda dibawah pohon bidara(fuu rangga).mereka membicarakan berbagai macam hal demi kemajuan negeri Dompu yg mereka cintai,tak terasa malam pun menjelang dan kesepuluh pemuda masih asyik melakukan brainstorming(curah gagasan).Pembicaraan terus berlangsung hingga pagi pun tiba,satu kata sepakat telah tercipta yaitu mengangkat salah seorang dari mereka menjadi seorang pemimpin.Pria yang bernama Sulaiman dan dipanggil La Lema itupun berjanji akan memenuhi janji yang telah mereka sepakati bersama.
Lema mencalonkan diri sebagai calon pemimpin yang akan dipilih oleh rakyat,singkat cerita tiba waktunya Lema menjabarkan visi dan misi di hadapan pendukungnya.Lema pun berkata dengan singkat dan tanpa mengobral janji”visi mada ke,nee kamaju dana ra rasa ndai ake..misi mada ke ndadi pelaksana au ra nee ba ita doho ma kaso”
Waktu pemilihan pun tiba dan Lema akhirnya menang mutlak.Selain memenangkan suara rakyat,Lema pun memenangkan hati rakyat yang menginginkan seorang pemimpin itu memposisikan diri sebagai abdi rakyat.Syukuran atas kemenangan pun dilaksanakan,Lema memutuskan melakukan open house selama seminggu penuh dan selama itu pula rakyat terus bedatangan memberikan selamat dan berkeluh kesah tentang keadaan mereka yang didengarkan oleh Lema dengan penuh perhatian.
Masa open house pun usai,sekarang tiba saatnya untuk bekerja.Satu demi satu Lema menelaah permasalahan yang terjadi hingga akhirnya Lema sampai pada satu kesimpulan bahwa semua permaalahan terjadi karena kurang meratanya kesejahteraan,hal ini disebabkan karena kurangnya jiwa entrepreneurship dan hanya berharap menjadi pegawai pemerintahan.Lema berfikir untuk memulai gerakan revolusi mental terhadap rakyatnya.Lema memberi kredit lunak sebagai modal usaha,dan bagi wirausaha yang berhasil Lema memberikan reward.Gerakan ini berhasil karena berorientasi pada hasil yang nyata dan langsung menyentuh sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Singkat cerita,masyarakat yang terbangkitkan kesejahteraannya karena dampak berantai dari suksesnya hampir semua masyarakat mulai dapat menyelesaikan pemasalahan mereka masing-masing.Tak terasa lima tahun pun berlalu dan masa kepemimpinan Lema harus berakhir,namun masyarakat yang merasakan hasil nyata kepemimpinan Lema menginginkan Lema memimpin mereka lagi.namun hal yang tak disangka terjadi,Lema tidak bersedia untuk memimpin kembali.
Kepada para rakyatnya Lema berkata “selama ake,laina mada ma kamaju ita doho ma kaso,pala ndai ita doho ma kaso ma ntau rawi re.Mada ke pembantu ita doho mpa,`di ma tio lampa ro wati na program ke.Mada `bade,mboto pu dou Dompu ma kalai ma loa ese mai mada,`d ma waa ita `doho ma kaso lebih maju daripada senai ake.Tugas mada waura nggori hampa ta ake mpa”.Pidato Lema diakhiri dengan isak tangis rakyatnya yang sangat mencintai Lema.
Mengapa Lema begitu dicintai rakyat?ternyata semua itu karena janji di bawah pohon bidara yang berbunyi..”Mada La Lema aima ngadi ake sampe lima mbaa sa tando,ku sake di Ruma,mada `di ma ndadi pembantu rakyat…laina rakyat di ma ndadi pembantu mada.”Janji inilah yang membawa Lema pada kesadaran bahwa segala yang dilakukannya hanya untuk orang yang dilayaninya.Segala yang jadi keinginan baik rakyat harus dilaksanakan oleh Lema sebagai abdi rakyat.
WAHAI PARA CALON PEMIMPIN BERTINDAKLAH SEBAGAI ABDI RAKYAT YANG SEBENAR-BENARNYA…..


Muhammad Erfan
Bandung 1 Muharam 1431 H/
18 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar