Kamis, 27 Mei 2010

ABOUT ME

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Nama saya Erfan, saya terlahir dengan nama Erfan Bhayantika namun entah pada usia berapa nama saya diganti menjadi Muhammad Erfan Rizky Perdana.Saya dilahirkan di kota Mataram Nusa Tenggara Barat dari pasangan Nursasi Sufiayan dan Ade Erma Suryani.Kemudian di usia sekitar 2 tahun saya dan ibu pindah ke kota kecil Dompu, masih di Nusa Tenggara Barat.
Di kota inilah saya menempuh pendidikan awal di Taman Kanak-Kanak (TK Pertiwi) kemudian dilanjutkan dengan pendidikan di SD Negeri 1 Dompu.Tidak banyak yang bisa saya ingat selama tinggal di kota Dompu karena pada saat itu saya juga masih sangat kecil.
Memasuki kelas 2 SD kami sekeluarga besar pindah kembali ke kota Mataram dikarenakan oleh masa jabatan Almarhum kakek saya (alm.H.M Yakub MT) sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Dompu telah usai.
Di Mataram saya menempuh pendidikan di SD Negeri 4 Mataram. Prestasi terbaik yang pernah saya capai di sekolah ini adalah duduk di peringkat 4 dan saya lumayan pandai dalam mata pelajaran IPA. Di masa SD ini pula saya sering mengikuti berbagai macam lomba seperti lomba lukis, lomba menulis kaligrafi Al-Quran, lomba Adzan, dsb. Saya sering memenangkan lomba-lomba tersebut. Saya menamatkan SD dengan NEM 41.
Kemudian saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Mataram. Di masa itu SMP inilah yang terbaik. Pada masa SMP saya mulai bermain band dan pernah menjadi peserta termuda pada saat festival musik Prokrock di gedung KONI.Prestasi semasa SMP tidak terlalu menonjol dan hanya mampu meraih rangking 8 dan menamatkan SMP dengan NEM 40.
Karena NEM yang hanya 40, saya hanya bisa mendaftar pada SMU terbaik kedua di Mataram yaitu SMU Negeri 5 Mataram. Selama masa SMU saya hanya mampu duduk di peringkat 9, namun saya pernah mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris dimana para peserta dipilih berdasarkan kemampuannya. Pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran andalan saya semasa SMU. Saya juga memiliki band dimana saya adalah vokalis.Kompetisi band pun sering saya ikuti baik yang bersifat umum maupun untuk tingkat pelajar. Prestasi terbaik adalah meraih juara 2 di festival band se Pulau Lombok yang diadakan di Kota Praya. Bahkan pada saat itu band saya sempat ditawari untuk menjadi homeband di sebuah kafe di kawasan wisata Senggigi namun kami tolak dengan pertimbangan band ini akan dibubarkan karena saya dan kawan-kawan akan melanjutkan ke perguruan tinggi di luar kota Mataram.Saya berhasil menamatkan SMU dengan NEM 41.
Setamat SMU, setelah berunding dengan keluarga maka akhirnya diputuskan bahwa saya akan melanjutkan pendidikan di kota Bandung dengan pertimbangan di kota Bandung ada keluarga yang bisa mengawasi pendidikan saya. Di Bandung saya tinggal di kost-kostan bersama paman saya yaitu adik dari ibu saya yang bekerja pada Dinas Kependudukan Kota Bandung.
Saya diterima kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (UNISBA). Selama masa kuliah saya justru lebih fokus pada dunia musik dan bermain band bersama kawan-kawan perantau dari Mataram. Banyak prestasi telah kami raih di dunia musik yang dapat saya banggakan kelak. Sayapun mencoba untuk membantu meringankan beban ibu saya dengan berbisnis apa saja yang dapat menghasilkan uang, mulai dari jual baju, konveksi, sales asuransi, MLM,dan lainnya. Tanpa terasa waktu terus berjalan sementara kuliah saya hanya berjalan di tempat, hasilnya saya tertinggal dari kawan-kawan se-angkatan.
Terkadang ada penyesalan di hati, namun semua itu buru-buru saya tepis dan berfikir bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang terhormat untuk banyak belajar dari kegagalan selama masa kuliah. Saya berkeyakinan bahwa dibalik kegagalan itu ada sesuatu yang besar yang sedang disiapkan oleh Allah SWT untuk saya.
Kemudian kakek saya meninggal dunia dan saya sangat terpukul karenanya sebab beliau adalah manusia hebat menurut saya dan saya tidak pernah sempat membahagiakan beliau.Saya pun kembali menekuni kuliah yang tertinggal itu dan pelan-pelan mulai menampakkan hasil yang menyenangkan. Semuanya bisa saya lakukan karena kepercayaan yang tak pernah henti dari dua wanita yang berperan besar dalam perubahan hidup saya, mereka adalah ibu saya dan kekasih saya Rini Shinta Jati.
Saya senang karena dengan segala cobaan yang datang ternyata sedikit banyak ikut mempengaruhi cara saya berfikir dan menyikapi hidup sehingga banyak yang meminta pendapat saya dalam segala hal.Saya bersyukur karena kelebihan inilah yang diberikan kepada saya yang InsyaAllah akan terus saya gunakan untuk berjuang demi kemaslahatan umat sesuai dengan pesan Almarhum kakek saya yang juga merupakan teladan terbesar dalam hidup saya.
Hingga kini saya masih terus berjuang untuk bangkit agar bisa berdiri dengan kepala tegak sebagai pelindung bagi ibu dan kelak bagi istri dan anak-anak saya. Kelak mereka bisa berucap bangga bahwa saya adalah bagian dari mereka....amien YRA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar